Salah satu risiko terbesar di lingkungan berbahaya bukanlah percikan dari sirkuit yang rusak, tetapi panas berlebih yang dihasilkan oleh baterai, khususnya baterai lithium-ion. Baterai ini, jika rusak atau mengalami overcharge, dapat memicu fenomena yang disebut thermal runaway (pelarian termal), di mana suhu meningkat drastis hingga menyebabkan kebakaran atau ledakan.
Inilah sebabnya mengapa teknologi isolasi panas baterai pada ponsel explosion-proof adalah fitur keamanan yang paling krusial. Perangkat ini tidak hanya melindungi komponen elektronik, tetapi secara spesifik memastikan integritas termal baterai.
1. Prinsip Intrinsically Safe dalam Manajemen Daya
Ponsel explosion-proof dirancang berdasarkan konsep Intrinsically Safe (IS) yang membatasi energi. Dalam konteks baterai:
- Pembatasan Arus dan Tegangan: Sirkuit di dalam perangkat explosion-proof membatasi arus dan tegangan yang dialirkan ke baterai selama pengisian daya. Batasan ini memastikan bahwa bahkan jika terjadi kesalahan, energi yang dilepaskan tidak cukup untuk memicu gas atau debu di atmosfer luar.
- Isolasi Sirkuit: Baterai biasanya ditempatkan di dalam kompartemen terpisah dan disegel. Sirkuit pengisian daya dan pelepasan dirancang sedemikian rupa sehingga mencegah percikan listrik internal.
2. Teknologi Isolasi Termal Fisik (Thermal Management)
Prinsip ini berfokus pada cara perangkat mengelola dan membatasi panas yang dihasilkan baterai secara fisik:
| Komponen Isolasi | Fungsi Kunci | Manfaat Keamanan |
| Casing Khusus (Enklosur) | Menggunakan material anti-statis dan konduktor termal yang efisien (seperti paduan aluminium) untuk menyalurkan panas ke luar perangkat. | Mencegah panas terakumulasi di satu titik (hot spot) yang bisa memicu thermal runaway. |
| Pemisahan Sel Baterai | Baterai dirakit dengan jarak tertentu dan seringkali dilapisi material non-konduktif termal di antara sel-selnya. | Mencegah penyebaran panas berlebih dari satu sel yang gagal ke sel di sebelahnya (propagation). |
| Sensor Suhu Terintegrasi | Battery Thermal Management System (BTMS) memantau suhu baterai secara real-time. | Jika suhu melebihi batas aman, perangkat dapat otomatis memutus daya atau mengirimkan peringatan kepada pengguna. |
| Katup Ventilasi Aman | Beberapa baterai explosion-proof dilengkapi katup pelepas tekanan internal. | Jika terjadi thermal runaway dan gas dilepaskan, katup ini melepaskan gas panas dengan cara yang terkontrol dan dingin ke atmosfer. |
3. Mencegah Thermal Runaway (Pelarian Termal)
Thermal runaway adalah kegagalan katastrofik. Perangkat explosion-proof melawan ini dengan kombinasi desain kimia dan elektronik:
- Kimia Baterai yang Lebih Stabil: Beberapa produsen menggunakan kimia baterai lithium-ion yang lebih stabil secara termal, seperti Lithium Iron Phosphate (LFP), yang cenderung melepaskan lebih sedikit energi panas saat gagal dibandingkan jenis lain.
- Perlindungan Ganda: Perangkat lunak (BMS) dan hardware (sekering termal atau Posistor) bekerja bersama. Jika BMS gagal memotong daya, sekering termal bawaan akan secara fisik memutus sirkuit ketika suhu terlalu tinggi, sebagai langkah pencegahan terakhir.
Kesimpulan
Teknologi isolasi panas baterai adalah lapisan pertahanan terpenting pada ponsel explosion-proof. Desain yang cermat, mulai dari thermal management fisik hingga pembatasan daya elektronik Intrinsically Safe, memastikan bahwa sumber daya utama perangkat—baterai lithium-ion—tetap dingin, stabil, dan tidak akan menjadi pemicu bencana di lingkungan kerja Anda.
Hubungi Kami
- WhatsApp: 0813 8000 9554
- Email: cs@gadgetexproof.com
- Instagram: @amb.indo
Jangan mengambil risiko dengan perangkat konvensional. Lindungi operasional dan keselamatan Anda dengan perangkat explosion proof dari AMBI!
Dapatkan informasi tentang jenis produk Explosion proof lainnya di: www.amb-indonesia.com







